Tugas Kimia ” PROTEIN “

Judul : Protein ( * )

Oleh    : Anjar Ayu U. N ( ** )

 

Protein merupakan bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, separuhnya ada di dalam otot, seperlima ada di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya ada di jaringan lain dan cairan tubuh. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Continue reading

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tugas Biokimia ” Protein “

Judul : Protein ( * )

Oleh    : Anjar Ayu U. N ( ** )

Protein merupakan bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Seperlima bagian tubuh adalah protein, separuhnya ada di dalam otot, seperlima ada di dalam tulang dan tulang rawan, sepersepuluh di dalam kulit, dan selebihnya ada di jaringan lain dan cairan tubuh. Protein mempunyai fungsi khas yang tidak dapat digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun serta memelihara sel-sel dan jaringan tubuh. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

MAKALAH ZOOLOGI HEWAN INVERTEBRATA “PORIFERA”

 

KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan judul “PORIFERA

            Makalah ini membahas mengenaifilum pada subkingdom invertebrata yaitu porifera. Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini dan untuk menyempurnakan makalah.Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih banyak sekali kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan  maka dalam kesempatan ini penulis mohon saran dan pendapat serta kritikan yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

            Akhirnya penulis mengucapkan semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada kita semua sehingga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin Ya Robbal Alamin.

 

Surabaya, 25 Juni 2013

 

 

                                                                                                          Penulis

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………….. i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………. 1

1.1    Latar Belakang Masalah……………………………………………………………………. 1

1.2    Tujuan…………………………………………………………………………………………….. 2

 

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………………………….. 4

2.1  Filum Porifera………………………………………………………………………………….. 14

2.2.1 Pengertian porifera……………………………………………………. ….. 14

2.2.2 Karakteristik Umum Porifera……………………………………… ….. 15

2.2.3 Klasifikasi Porifera……………………………………………………. ….. 16

2.2.4 Cara Porifera Membentuk Kehidupan…………………………. ….. 19      

2.2.5. Peranan Porifera Bagi Kehidupan………………………………. ….. 21

BAB III PENUTUP………………………………………………………………………………… ….. 22

3.1    Kesimpulan ………………………………………………………………………………..     

 

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………. ….. 23

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

            Di bumi ini terdapat lebih dari satu juta spesies hewan yang telah terindentifikasi. Hewan-hewan tersebut mempunyai banyak persamaan atau perbedaan, baik dalam bentuk, ukuran maupun hubungan-hubungannya berdasarkan filogenetiknya.

            Untuk memudahkan cara pengenalan, mempelajari dan untuk berkomunikasi tentang berbagai jenis hewan tersebut, maka perlu adanya suatu sistematika yang dapat menggolongkan  hewan tersebut.

            Dengan semakin meningkatnya aktivitas penduduk didaratan dewasa ini, maka lautan merupakan sasaran dalam penggalian sumber daya alam untuk mengetahui kebutuhan yang terus meningkat dimasa-masamendatang.

            Porifera atau biasa disebut sebagai hewan berpori berasal dari kata pori yang berarti lubang kecil dan fero yang berarti membawa atau mengandung. Contoh dari porivera adalah sponsa. Sponsa merupakan hawan yang hidup menempel pada suatu substrat di laut. Telah diketahui kira-kira 2500 spesies, ada beberapa yang hidup di air tawar, tetapi sebagian besar hidup di laut. Nama filum ini dari kenyataan bahwa tubuh porifera mempunyai pori-pori. Air beserta makanan masuk melalui pori kedalam rongga di dalam tubuh dari hewan akhirnya keluar melalui oskulum. Air yang telah disaring ini akan dibuang melalui oskulum.

1.2  Tujuan

·         Mengidentifikasi karakteristik dari Porifera

·         Mengidentifikasi cara hidup Porifera

·         Mengidentifikasi peranan Porifera bagi kehidupan

 

1.3  Rumusan Masalah

·         Bagaimana karakteristik dari Porifera?

·         Bagaimana Cara Porifera membentuk kehidupan?

·         Bagaimana peranan Porifera bagi kehidupan?

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Filum Porifera

2.2.1. Pengertian Porifera

            Porifera dalam bahasa latin , porus artinya pori, sedangkan fer artinya membawa.Porifera adalah hewan multiseluler atau metazoa yang paling sederhana.Karena hewan ini memiliki ciri yaitu tubuhnya berpori seperti busa tau spons sehinggaporifera disebut juga sebagai hewan sponge.

            Sponge adalah binatang yang tidak bergerak, karena tidak memiliki syaraf dan otot. Mereka mungkin berkontraksi dengan menggunakan pori-pori yang lebih besar tapi ini sangat membatasi dalam bergerak. Tipe sel sponge adalah sell penahan yang istimewa atau disebut ‘choanocytes’. ‘pinacocytes’ yang membentuk lapisan luar dan ‘amoebacytes’ yang meliputi seluruh pusat jelly atau ‘mesohyl’. Jelly ini dibutuhkan untuk menyangga : dibandingkan dengan hewan lainnya, sell terdekat tidak terikat bersamaan oleh membran dasar. Pori-pori kecil melubangi seluruh tubuh (menurut nama pilum, Porifera artinya berpori). Air membawa partikel makanan masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kecil (ostia), digerakkan masuk oleh hentakan dari flagela sel collar dalam. Sel ini mengektsrak partikel makanan dari air, yang mengalir melalui pori yang lebih lebar, oskula. Struktur menjadi diuraikan selama evolusi. Susunan ini, dengan menggunakan ‘the principal opening exhalant, sangat unik dimilki sponge. Kerangka  terbuat dari spikula, kalsium atau silika dengan atau tanpa susunan protein tipe kolagen tanduk. Penggunaan silika merupakan fitur yang unik. Jajaran luas yang tidak biasa materi kerangka terjadi kepada spesies sponge yang memiliki hubungan dekat. Kerangka hewan, baik keras maupun hidrostatik biasanya merubah kontraksi otot menjadi gerakan. Sponge, tidak punya otot dan kerangka pendukung sehingga tidak memungkinkan terjadinya pergerakan. Spikula mempunyai fungsi penting dalam menentukan bentuk sponge, yang menjaga pori-pori terbuka dan mempertahankan saluran dalam. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

makalah bivalvia Sebagai Biofilter Polutan

KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan judul “ Bivalvia Sebagai Biofilter Polutan Pada Ekosistem Sungai ”

            Makalah ini membahas mengenai filum pada subkingdom invertebrata yaitu porifera. Penulis mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak yang telah membantu penulisan makalah ini dan untuk menyempurnakan makalah. Penulis juga menyadari bahwa makalah ini masih banyak sekali kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan  maka dalam kesempatan ini penulis mohon saran dan pendapat serta kritikan yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.

            Akhirnya penulis mengucapkan semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayah Nya kepada kita semua sehingga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin Ya Robbal Alamin.

Surabaya, 25 Juni 2013

                                                                                                   Penulis

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….. i

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN……………………………………………………………………. 1

1.1    Latar Belakang ……………………………………………………………………..  1

1.2    Tujuan………………………………………………………………………………….. 1

BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………….. 2

A.    Bivalvia……………………………………………………………………………. 2

B.     Sistematika Bivalvia…………………………………………………………… 4

C.     Sistem Pencernaan……………………………………………………………… 6

D.    Sistem Reproduksi…………………………………………………………….. 6

E.     Habitat Bivalvia………………………………………………………………… 7.

F.      Kebiasaan Makan………………………………………………………………. 9

G.    Peranan Bivalvia………………………………………………….. …..  9

BAB III PENUTUP……………………………………………………………………………..

3.1    Kesimpulan …………………………………………………………….. …..  12

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….. 13

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

            Bivalvia adalah kelas dalam moluska yang mencakup semua kerang-kerangan: memiliki sepasang cangkang (nama “bivalvia” berarti duacangkang). Nama lainnya adalah Lamellibranchia, Pelecypoda, atau bivalva. Ke dalam kelompok ini termasuk berbagai kerang, kupang, remis, kijing, lokan, simping, tiram, serta kima, meskipun variasi di dalam bivalvia sebenarnya sangat luas

Bivalvia mempunyai dua keping atau belahan yaitu belahan sebelahkanan dan kiri yang disatukan oleh suatu engsel bersifat elastis disebut ligamen dan mempunyai satu atau dua otot adductor dalam cangkangnya yang berfungsi untuk membuka dan menutup kedua belahan cangkang tersebut. Untuk membedakan belahan kanan dan balahan kiri cangkang terkadang mengalami kesulitan, hal ini biasa terjadi pada bivalvia yang hidup menempel pada benda keras misalnya pada karang, karena pertumbuhan bivalvia ini mengikuti bentuk dari permukaan karang tersebut sehingga bentuknya tidak wajar (Barnes, 1982). Bivalvia tidak memiliki kepala, mata serta radula di dalam tubuhnya, tubuh bivalvia hanya terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu kaki, mantel,dan organ dalam. Kaki dapat ditonjolkan antara dua cangkang tertutup, bergerak memanjang dan memendek berfungsi untuk bergerak dan merayap (Robert et al, 1982)

1.2 Tujuan

            Mengetahui peranan bivalvia sebagai biofilter polutan pada ekosistem sungai.

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.  Bivalvia

            Kelas ini termasuk kerang, tiram, remis, dan sebangsanya. Mereka biasanya simetri bilateral, mempunyai cangkang setangkup dan sebuah mantel yang berupa dua daun telinga atau cuping. Tiram, kerang, dan sebangsanya mempunyai dua cangkang di kedua sisi tubuh hewan. Karena cangkang ini disebut tangkup (valve) dan dua buah jumlahnya maka kelas ini dinamakan Bivalvia. Bentuk cangkangnya digunakan untuk identifikasi. Sebagian besar hidup di laut, hanya sedikit yang hidup di darat. Sebagian besar mempunyai kelamin terpisah dan menyebar telur dan sperma ke air untuk pertumbuhan. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment

terapi fisi di mojokerto

terapi fisi di mojokerto

terapi visi IMM UMSurabaya, Continue reading

Image | Posted on by | Leave a comment

fto persyaratan latihan gabungan TS di UNESA

fto persyaratan latihan gabungan TS di UNESA

latihan gabungan Tapak Suci Surabaya, di UNESA bersama siswa Djokja dan Mojokerto. Continue reading

Image | Posted on by | Leave a comment

SAKIT DAN WAFATNYA NABI

zwani.com myspace graphic comments
Islam commentsMenceriterakan sakit dan wafatnya Nabi; termasuk sejarah nabi-nabi palsu di awal sejarah Islam dan penunjukkan Abu Bakr untuk menjadi imam sholat

Rencana ekspedisi ke Rumawi
IBADAH haji perpisahan kini sudah selesai, dan sudah tiba pula saatnya puluhan ribu orang yang menyertai Nabi dalam ibadah ini akan pulang ke rumah masing-masing. Penduduk Najd pulang mendaki dataran tinggi, penduduk Tihama ke daerah pantai dan penduduk Yaman dan Hadzramaut serta daerah-daerah sekitarnya menuju arah selatan. Nabi dan sahabat-sahabat pun bertolak menuju Medinah. Continue reading

Posted in Uncategorized | Leave a comment